Senin, 05 Desember 2011
Jumat, 11 November 2011
Dari OPSI, AKSI, Hingga KONSEKUENSI
Hidup. Tak pernah lepas dari berbagai pilihan. Pilihan adalah sebuah sunnatullah yang selalu dihadapi oleh manusia yang masih hidup, memiliki akal, en bisa berpikir dengannya.
Hmm! Hampir di seluruh waktu mungkin kita selalu dituntut untuk memilih.
Selasa, 11 Oktober 2011
Surat Cinta yang Maha Dahsyat . . .
Sebaik-baik bacaan adalah Al-Qur`an, dan sebaik-baik amalan adalah membaca Al-Qur`an. Karena itu biasakanlah diri kita untuk membaca Al-Qur`an.
Di dunia kita tidak akan pernah berbicara dengan Allah, sedang Al-Qur`an adalah perkataan Allah. Barangsiapa membacanya maka swolah-olah dia berbicara kepada Allah.
Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah menganjurkan semua umatnya agar mempelajari Al-Qur`an, sabda beliiau : "Pelajarilah Al-Qur`an, di akhirat nanti dia akan datang kepadamu, yang di kala itu orang sangat memerlukannya.
Di dunia kita tidak akan pernah berbicara dengan Allah, sedang Al-Qur`an adalah perkataan Allah. Barangsiapa membacanya maka swolah-olah dia berbicara kepada Allah.
Abu Umamah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah menganjurkan semua umatnya agar mempelajari Al-Qur`an, sabda beliiau : "Pelajarilah Al-Qur`an, di akhirat nanti dia akan datang kepadamu, yang di kala itu orang sangat memerlukannya.
Kamis, 22 September 2011
Dakwahtainment
Apa yang kamu pikirkan pertama kali baca judul ini? Seperti mengingatkan kepada acara gosip seleb? Hmm.. nggak salah juga. Kata “entertainment” yang melekat dengan kata info sering kita temukan dalam acara-acara gosip selebritis: infotainment alias informasi seputar hiburan. Nah, dakwahtainment juga kira-kira mirip lah. Mungkin tepatnya Dakwah Entertainment, disingkat jadi dakwahtainment. Lho, kalo gitu artinya dakwah yang bersifat hiburan dong? Bisa jadi. Atau… bisa juga dakwah yang dikemas dengan cara menghibur.
Sabtu, 16 Juli 2011
Bayar murah kok mau selamat ?
Muda foya-foya..
Tua kaya-raya..
Mati masuk surga..
Hmm, tentu kita semua sudah mahfum dengan jargon diatas, bahkan mungkin tidak sedikit diantara kita yang menganut aliran tersebut. Entah dari mana atau siapa yang mempopulerkannya. Tapi, apakah hidup memang perjalanan hidup kita secetek itu ? Cekidot..
Alkisah di sebuah desa yang indah dan sejuk nun jauh disana, bukit-bukit nan hijau permai bertumpuk-tumpuk menyesaki tanah-airnya. Dua pemuda sekawan bersiap untuk mengadu nasib melamar kerja di desa tetangga, kebetulan didesa tersebut baru saja diresmikan sebuah pabrik baru. Mereka pun mencari kendaraan yang akan ditumpangi untuk menuju ke desa tersebut.
Tua kaya-raya..
Mati masuk surga..
Hmm, tentu kita semua sudah mahfum dengan jargon diatas, bahkan mungkin tidak sedikit diantara kita yang menganut aliran tersebut. Entah dari mana atau siapa yang mempopulerkannya. Tapi, apakah hidup memang perjalanan hidup kita secetek itu ? Cekidot..
Alkisah di sebuah desa yang indah dan sejuk nun jauh disana, bukit-bukit nan hijau permai bertumpuk-tumpuk menyesaki tanah-airnya. Dua pemuda sekawan bersiap untuk mengadu nasib melamar kerja di desa tetangga, kebetulan didesa tersebut baru saja diresmikan sebuah pabrik baru. Mereka pun mencari kendaraan yang akan ditumpangi untuk menuju ke desa tersebut.
Minggu, 26 Juni 2011
Thufail Al-Ghifari - Metamorfosis
Menjadi karanglah meski itu tidak mudah.
Sebab ia akan menahan sengat sinar mentari yang garang.
Sebab ia akan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah.
Melawan bayu yang keras menghembus.
Dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan.
Sebab keteguhannya akan menahan hempasan badai yang datang mengerus terus menerus.
ia akan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus.
ia akan berdiri tegak berhari – hari, bertahun tahun berabad – abad tanpa rasa jemu dan bosan.
Sebab ia akan menahan sengat sinar mentari yang garang.
Sebab ia akan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah.
Melawan bayu yang keras menghembus.
Dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan.
Sebab keteguhannya akan menahan hempasan badai yang datang mengerus terus menerus.
ia akan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus.
ia akan berdiri tegak berhari – hari, bertahun tahun berabad – abad tanpa rasa jemu dan bosan.
Sabtu, 30 April 2011
Do'a itu Bukan Metode
Apa itu do'a? Bagi kita seorang yang beragama, pasti kita sering melakukan ini. Terlebih seorang Muslim. Yang mendedikasikan hidupnya, hanya untuk berada di atas rel dakwah. Insyaa ALLAH pasti senantiasa menjadikan do'a sebagai salah satu senjatanya disamping tsaqofah untuk melumpuhkan kekufuran.
Hmm! Do'a adalah ibadah. Ketika kita berdo'a, itu artinya kita sedang meminta en berharap kepada Dzat yang kita percaya. Kita begitu dho'if, sehingga kita membutuhkan pertolonganNya. Tapi sayangnya, meski sudah diketahui bersama do'a merupakan sebuah kebutuhan hamba, bukan Rabb, realita menunjukkan masih banyak juga manusia yang enggan berdo'a.
Hmm! Do'a adalah ibadah. Ketika kita berdo'a, itu artinya kita sedang meminta en berharap kepada Dzat yang kita percaya. Kita begitu dho'if, sehingga kita membutuhkan pertolonganNya. Tapi sayangnya, meski sudah diketahui bersama do'a merupakan sebuah kebutuhan hamba, bukan Rabb, realita menunjukkan masih banyak juga manusia yang enggan berdo'a.
Rabu, 13 April 2011
Bedah Buku Al Qandas Al Qamil
PENGUMUMAN BUAT MAHASISWA FMIPA BANJARBARU
Assalamualaikum wr wb
divroh Himakom akan mengadakan Bedah buku 'Al Qandas Al Qamil' dengan format training dengan tema "Menikmati Kegagalan dan Menyulapnya menjadi keberkahan" bersama dr.Fauzan Mutaqien
yg insyaallah akan di adakan pada :
Hari, tanggal : Sabtu, 16 April 2011
waktu : 09.00-13.30 WITA
tempat : Aula gedung 5 FMIPA Unlam
Fasilitas
VIP (Buku Al Qanda Al Qamil + makan siang + snack + sertifikat
Regular (Makan siang + Snack + sertifikat)
buku trbatas, silakan bagi daftar nama bagi yg mau VIP
CP : Fahriandi (085752595014) atau Ayu (081933772224)
Assalamualaikum wr wb
divroh Himakom akan mengadakan Bedah buku 'Al Qandas Al Qamil' dengan format training dengan tema "Menikmati Kegagalan dan Menyulapnya menjadi keberkahan" bersama dr.Fauzan Mutaqien
yg insyaallah akan di adakan pada :
Hari, tanggal : Sabtu, 16 April 2011
waktu : 09.00-13.30 WITA
tempat : Aula gedung 5 FMIPA Unlam
Fasilitas
VIP (Buku Al Qanda Al Qamil + makan siang + snack + sertifikat
Regular (Makan siang + Snack + sertifikat)
buku trbatas, silakan bagi daftar nama bagi yg mau VIP
CP : Fahriandi (085752595014) atau Ayu (081933772224)
Jumat, 25 Maret 2011
Islam Pilihan Hidup Gue!
Hari gini kalau ngomongin soal remaja gaul pasti nggak jauh dari sosok cewek-cowok yang fashionable alias mereka yang selalu update penampilan sesuai tren; rambut bonding atau ala harajuku, di-highlight warna-warni, baju harus minimal distro atau FO (factory outlet). Parfum dengan segala jenisnya juga nggak ketinggalan dimasukkin ke dalam daftar belanja bulanan. Plus, supaya nggak dinilai mati gaya, handphone kudu yang 3,5G atau minimal yang GPRS connected supaya internet tetap online dan acara chatting jalan terus. Supaya nggak dianggap makhluk purbakala, info musik, film, olahraga, en fashion kudu jadi santapan harian.
Eh, ada yang protes nih kayaknya. Gue nggak segitu-gitunya deh ya. Gaul emang kudu. Remaja gitu loh. Tapi, nggak harus juga kayak gitu. Belajar yang bener en jadi orang pinter itu yang harusnya jadi tujuan! Soal baju sih yang penting enak dipake dan nggak telanjang. HP jadul bekas lengseran bokap atau nyokap? Nggak apa-apa. Yang penting kan masih bisa buat nelpon dan sms-an. Iya, ada juga kok emang remaja yang rajin belajar, hemat, baik hati, en nggak sombong lagi. Swit..swiw…
Life is Choice
Hidup adalah pilihan. Pilihan bagi kita untuk menentukan jalan-jalan kehidupan yang ingin kita lalui. Bisa jadi, pilihan itu benar, bahkan bisa jadi kita tersesat ketika menelusuri jalan-jalan tersebut. Menjadi manusia bertakwa adalah pilihan, begitu pula menjadi manusia maksiat, itu adalah pilihan. Manusia diberikan akal untuk berpikir. Demikian halnya pula manusia diberi motivasi atau kehendak dalam dirinya untuk berusaha. Akal dan kehendak merupakan bekal manusia untuk menentukan jalan kehidupannya.
Manusia dihadapkan pada banyaknya simpangan jalan kehidupan. Setiap keputusannya untuk menentukan jalan mana yang ia pilih, maka ia harus siap menanggung resikonya. Ketika ia telah menapaki suatu jalan, ia harus bertanggung jawab atas pilihannya tersebut. Menjadi manusia berilmu merupakan pilihan, dan ia harus bertanggung jawab serta siap menerima resikonya. Lelah membaca dan belajar merupakan resiko yang harus ia terima. Kemudian ia juga harus bertanggung jawab untuk menyebarkan ilmu yang telah diperolehnya. Menjadi orang bodoh pun sebuah pilihan. Pilihan baginya untuk menjadi orang yang santai, bermalas-malasan, menghindar dari kesulitan, dan lalai atas waktu dan harta. Namun ia harus siap dengan resiko sebagai pekerjaan rendahan, tidak mulia dimata manusia dan Tuhannya, serba kebingungan menghadapi problema, dan mudah diombang-ambing oleh realita.
Agama Islam telah menjelaskan dengan detail tentang jalan yang seharusnya manusia tempuh. Jalan antara kebenaran dan kebathilan dengan jelas diterangkan dalam pedoman Al-Qur’an maupun sunnah. Namun begitu, Islam tidak memaksa orang-orang kafir untuk masuk ke dalam Islam. Mengapa? Karena hidup adalah pilihan, dan setiap orang bertanggung jawab atas setiap pilihannya. Silahkan orang-orang kafir mengikuti jalan hidupnya. Namun mereka tetap akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah Ta’ala kelak atas pilihan hidupnya. Didunia mungkin saja ada abu-abu diantara hitam dan putih. Tapi diakhirat telah terpisah jelas, hanya ada hitam atau putih. Yang ada hanya surga atau neraka. Surga hanya bagi mereka yang mengikuti agama Allah, sedangkan neraka khusus bagi mereka para pembangkang syariat Allah. Orang-orang beriman tentu menentukan jalan pilihannya diatas ketakwaan. Namun dengan resiko yang tentu juga berat dan tanggung jawab yang tidak pula ringan. Ia harus kuat menahan hawa nafsu dan syahwatnya agar tidak terjerumus dalam lubang kemaksiatan. Begitu pula ia harus menuntut ilmu secara mendalam supaya terhalangi syubhat dan kebodohan. Demikian juga ia harus bersabar dalam amal ketaatan. Orang yang menentukan pilihan diatas jalan ketakwaan.
Hidup memang pilihan. Pilihan untuk menjadi apapun. Jalan manapun bebas kita lalui. Namun, kita harus bertanggung jawab atas setiap pilihan yang telah kita tentukan. Dan sanggupkah kita mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah kelak? Silahkan jalani arah hidup yang menjadi pilihan Anda. Namun jangan lupa, siapkan diri Anda untuk mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak, karena disanalah perjalanan akhir hidup kita semua. Dan diakhirat hanya ada dua jalan pilihan, tersenyum di surga atau merana di neraka. Tentukan pilihan Anda. Wallahua’lam.
Selasa, 01 Maret 2011
Dimanakah Saya ??
Bismillah.
Bicara mengenai umur, Rasul meninggal pada usia 63 tahun.
Bagi saya, usia 63 tahun adalah waktu yang sangat sebentar dibandingkan dengan waktu di akhirat kelak. APALAGI, kita tidak tahu kapan ajal menjemput kita bukan? BODOH NAMANYA JIKA MENGAITKAN KEMATIAN DENGAN TUA-MUDA, SAKIT-SEHAT.
Saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya tahu kapan ajal akan menjemput saya? Apa yang sudah saya capai selama kehidupan? Apa sebenarnya tujuan hidup saya? Untuk apa saya diciptakan?
Bingung?
Ya, saya juga sempat bingung. Tapi, dalam waktu kehidupan yang sebentar ini selayaknya saya sudah BERUSAHA mencapai sesuatu hal. Sesuatu yang merupakan tujuan hidup sebenarnya. Sesuatu yang merupakan alasan kenapa kita diciptakan. Tapi apakah itu?
Sebelum saya membahas lebih lanjut alasan dan tujuan kita hidup, mari kita lihat kepada diri kita, tubuh kita. Hmmm... amazing isn't? Jika disambung-sambungkan, panjang pembuluh darah kita ini sekitar 96.000km(dua setengah kali mengitari planet bumi), dan darah mengitari jarak yang begitu jauh tersebut hanya dalam 23 detik! Saat kita tidur, secara otomatis kita bernapas dengan sendirinya, SECARA OTOMATIS! Jantung kita tiada lelah berhenti bekerja, terussss saja berdetak. Dan masih banyak lagi keajaiban tubuh kita yang lainnya.
Kita lihat ke luar angkasa, ....... gw speechless kalau ingin membicarakan luar angkasa. Kenapa? Yaaaa speechless aja. Bagaimana tidak? Planet bumi, yang saya anggap besar sekali, hanya bagaikan sebutir pasir di sebuah gurun yang sangat luas. Matahari? Bah! Ternyata, ada bintang-bintang yang besarnya RATUSAN kali lebih besar daripada matahari!
Dari keajaiban-keajaiban diatas, keajaiban pada diri kita maupun keajaiban di alam semesta ini, apakah keajaiban-keajaiban tersebut ada dengan sendirinya? Terbentuk dengan sendirinya? Teratur dengan sendirinya? Tentu saja tidak! Seluruh keajaiban-keajaiban tersebut pasti ada yang mengatur, ada yang menciptakan. BODOH NAMANYA JIKA MENGANGGAP KEAJAIBAN-KEAJAIBAN TERSEBUT TERCIPTA DAN DIATUR DENGAN SENDIRINYA.
Siapa yang menciptakan keajaiban-keajaiban tersebut?
Dia adalah yang mahakuasa, tuhan kita Allah SWT.
Kembali, jadi apa tujuan dan alasan saya terlahir ke dunia ini? Apakah hanya berdiam diri saja? Menerima nasib?
Apakah untuk yang namanya uang? Memang, uang adalah sesuatu yang vital. Tapi! Bukan hanya untuk sekedar mendapatkan uang, saya terlahir ke dunia ini. Apakah saya hidup hanya untuk mendapatkan wanita? Wah, kenapa harus pusing? Memang, sebagai seroang pria saya membutuhkan seorang wanita untuk melanjutkan keturunan. Tapi, apakah saya tercipta hanya untuk mencari wanita saja? Apakah untuk mendapatkan hal-hal duniawi lainnya?
Hmmm,... pada saat moment ini, saya 'sempat' berpikir begini;
"Yak, TUJUAN/ALASAN saya terlahir di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT."
Saya beritahu satu hal. Bagi saya, statement di atas KURANG TEPAT untuk dijadikan TUJUAN/ALASAN kenapa saya terlahir ke dunia. Bagi saya, statement diatas adalah sebagai KEWAJIBAN saya, sebagai seorang hamba, untuk beribadah kepada Allah SWT.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
"Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian." Beliau kemudiannya diam. [HR Ahmad dan al-Bazar]
Dari hadis diatas terdapat beberapa zaman yang akan dilalui umat manusia, diantaranya;
1. Zaman kenabian. Atas izin Allah SWT. zaman ini sudah 'pernah' ada. Dan atas izin Allah SWT. zaman ini 'telah' berakhir.
2. Zaman Khilafah yang mengikut manhaj kenabian. Atas izin Allah SWT. zaman ini sudah 'pernah' ada. Dan atas izin Allah SWT. zaman ini 'telah' berakhir.
3. Zaman dimana kekuasaan diktator yang menyengsarakan. Atas izin Allah SWT. zaman ini 'ada'. Dan atas izin Allah SWT. zaman ini 'akan' berakhir.
4. Zaman dimana kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Atas izin Allah SWT. zaman ini 'akan' ada. Dan atas izin Allah SWT. zaman ini 'akan' berakhir.
Dimana posisi saya saat ini? Posisi saya saat ini adalah pada 'zaman dimana kekuasaan diktator yang menyengsarakan'. Lihat saja, Irak, Afghanistan, Palestine, Indonesia, dan negara-negara lainnya dimana umat muslim berada. Berkuasa para penguasa diktator yang menyengsarakan, menjajah!
Apakah zaman dimana kembalinya Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian akan benar-benar muncul? Jikalau saya sebagai seorang muslim yang percaya adanya tuhan yang menciptakan dan mengatur alam semesta, Allah SWT. hanya berdiam diri saja? Tentu tidak! Saya harus bertindak! Harus berpartisipasi untuk mengembalikan zaman Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Itulah TUJUAN ALASAN SAYA TERLAHIR DI DUNIA, BERUSAHA MEWUJUDKAN KEMBALI ZAMAN KHILAFAH YANG MENGIKUTI MANHAJ KENABIAN.
Memang zaman kembalinya Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian akan benar-benar ada, karena itu adalah atas izin Allah SWT. Tapi, jika saya hanya diam, dan Anda-Anda-Anda dan Anda juga diam, apa jadinya?
Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=453869768057
Peran dan Paradigma Islam Dalam Perkembangan IPTEK
Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua)[1]. Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan, sedang yang bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan.
Kedua, menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam, bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Standar syariah ini mengatur, bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek, didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Umat Islam boleh memanfaatkan iptek, jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah, maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya, walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Hubungan agama dan iptek, secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) jenis paradigma (Yahya Farghal, 1990: 99-119): Pertama, paradagima sekuler, yaitu paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat, agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din ‘an al-hayah). Agama tidak dinafikan eksistensinya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan pribadi manusia dengan tuhannya. Agama tidak mengatur kehidupan umum/publik. Paradigma ini memandang agama dan iptek tidak bisa mencampuri dan mengintervensi yang lainnya. Agama dan iptek sama sekali terpisah baik secara ontologis (berkaitan dengan pengertian atau hakikat sesuatu hal), epistemologis (berkaitan dengan cara memperoleh pengetahuan), dan aksiologis (berkaitan dengan cara menerapkan pengetahuan).
Kedua, paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada, tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek. Iptek bisa berjalan secara independen dan lepas secara total dari agama. Paradigma ini mirip dengan paradigma sekuler di atas, tapi lebih ekstrem. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitu tidak dinafikan keberadaannya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan vertikal manusia-tuhan. Sedang dalam paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik, yaitu dianggap tidak ada (in-exist) dan dibuang sama sekali dari kehidupan. Berdasarkan paradigma sosialis ini, maka agama tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan iptek. Seluruh bangunan ilmu pengetahuan dalam paradigma sosialis didasarkan pada ide dasar materialisme, khususnya Materialisme Dialektis (Yahya Farghal, 1994: 112). Paham Materialisme Dialektis adalah paham yang memandang adanya keseluruhan proses perubahan yang terjadi terus menerus melalui proses dialektika, yaitu melalui pertentangan-pertentangan yang ada pada materi yang sudah mengandung benih perkembanganitu sendiri.
Ketiga, paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Aqidah Islam –yang terwujud dalam apa-apa yang ada dalam al-Qur`an dan al-Hadits– menjadi qa’idah fikriyah (landasan pemikiran), yaitu suatu asas yang di atasnya dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia (An-Nabhani, 2001). Paradigma ini memerintahkan manusia untuk membangun segala pemikirannya berdasarkan Aqidah Islam, bukan lepas dari aqidah itu. Ini bisa kita pahami dari ayat yang pertama kali turun (artinya) :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.”
(Q.S. al-‘Alaq [96]: 1).
Ayat ini berarti manusia telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas Aqidah Islam (Al-Qashash, 1995: 81). Paradigma Islam ini menyatakan bahwa, kata putus dalam ilmu pengetahuan bukan berada pada pengetahuan atau filsafat manusia yang sempit, melainkan berada pada ilmu Allah yang mencakup dan meliputi segala sesuatu (Yahya Farghal, 1994: 117). Firman Allah SWT:
“Dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.”
(QS. an-Nisaa` [4]: 126).
“Dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”
(QS. ath-Thalaq [65]: 12).
Itulah paradigma yang dibawa Rasulullah SAW yang meletakkan Aqidah Islam yang berasas Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah sebagai asas ilmu pengetahuan. Beliau mengajak memeluk Aqidah Islam lebih dulu, lalu setelah itu menjadikan aqidah tersebut sebagai pondasi dan standar bagi berbagai pengetahun. Dengan jelas kita tahu bahwa Rasulullah SAW telah meletakkan Aqidah Islam sebagai dasar ilmu pengetahuan, sebab beliau menjelaskan, bahwa fenomena alam adalah tanda keberadaan dan kekuasaan Allah, tidak ada hubungannya dengan nasib seseorang. Hal ini sesuai dengan aqidah muslim yang tertera dalam al-Qur`an:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 190).
Inilah paradigma Islam yang menjadikan Aqidah Islam sebagai dasar segala pengetahuan seorang muslim. Paradigma inilah yang telah mencetak muslim-muslim yang taat dan shaleh tapi sekaligus cerdas dalam iptek. Itulah hasil dan prestasi cemerlang dari paradigma Islam ini yang dapat dilihat pada masa kejayaan iptek Dunia Islam antara tahun 700 – 1400 M. Aqidah Islam sebagai dasar Iptek inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek, yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Diakui atau tidak, kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya; dalam pandangan hidup, gaya hidup, termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan.
Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan, mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam, diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini, dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama, bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek, bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits, tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi, 1996: 12). Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek, bukan berarti bahwa ilmu astronomi, geologi, agronomi, dan seterusnya, harus didasarkan pada ayat tertentu, atau hadis tertentu. Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains, itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu, bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. Banyak ayat-ayat al-Qur’an yang menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu, dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek, bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. Jadi, yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits, tapi yang dimaksud, bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. Ringkasnya, al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek, dan bukannya sumber (mashdar) iptek. Artinya, apa pun konsep iptek yang dikembangkan, harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits, dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu.
sumber : http://blog.uin-malang.ac.id/abdulaziz/2010/08/31/peran-dan-paradigma-islam-dalam-perkembangan-iptek/
sumber : http://blog.uin-malang.ac.id/abdulaziz/2010/08/31/peran-dan-paradigma-islam-dalam-perkembangan-iptek/
Kamis, 04 November 2010
Saatnya Perubahan Sains dan Teknologi
Semenjak terjadinya agresi militer Israel ke Jalur Ghaza Palestina memberikan luka mendalam bagi umat Islam. Bukan saja di Palestina yang mengalaminya, namun di zona udara Mesir juga. Seperti yang diungkapkan oleh Alvin Toffler bahwa kekuatan dunia dibagi menjadi tiga. Pertama, kekuatan otot sebagai kekuatan paling rendah dan tidak berharga. Kedua, kekuatan ekonomi sebagai kekuatan kelas menengah. Ketiga, kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kekuatan paling tinggi yang menetukan peradaban dunia mutakhir.
Negara yang rendah kualitas ilmu pengetahuan dan teknologinya akan menjadi bangsa kulli, tidak disegani, dan tidak dihormati bangsa-bangsa lain. Dalam persaingan ekonomi tingkat dunia, negara-negara yang miskin inovasi teknologi hanya berpotensi sebagai pasar subur Negara-negara maju yang tidak mampu bersaing di pasar global. Dalam segi kebudayaan, negara-negara yang rendah kualitas teknologinya menjadi inferior dan underestimate. Sedangkan dalam segi politik global, mereka tidak diperhitungkan.
Contohnya, suara dari Liga Arab dan OKI (Organisasi Konferensi Islam) tidak mendapat respons serius dari negara-negara maju. Tapi, coba saja, kalau Rusia, Prancis, Inggris, dan Cina yang bersuara lantang, Israel dan Amerika akan meresponsnya. Kritik pedas bahkan demonstrasi anti-zionis di seluruh dunia tidak menyulutkan semangat Israel memborbardir Jalur Gaza yang baginya adalah penghalang utama menguasai daerah pendudukan tersebut.
Kalau negara-negara Islam ingin bersuara lantang menghadapi hegemoni Israel-Amerika, tidak ada cara lain, kecuali meningkatkan pengembangan sains dan teknologi mutakhir untuk mengimbangi kecanggihan teknologi negara-negara maju dari Amerika dan sekutunya. Menurut Amich Alhumami (2008), sejarah kemajuan bangsa-bangsa di dunia merupakan sejarah tentang keunggulan sebuah peradaban yang unsur paling elementernya adalah sains teknologi. Pencapaian sains teknologi sangat tergantung pada daya dukung kelembagaan, terutama perguruan tinggi dan lembaga riset yang berfungsi sebagai pusat keunggulan. Perguruan tinggi dan lembaga riset merupakan bagian dari infrastruktur paling penting dalam proses pengembangan sains teknologi di negara-negara maju di Eropa dan Amerika.
by: Ayu
Penemuan Umat Islam untuk Ilmu dan Pengetahuan Modern
Para ahli matematika Islam yang menemukan aljabar memperkenalkan konsep tentang menggunakan huruf-huruf sebagai variabel-variabel yang tak dikenal dalam persamaan-persamaan sejak abad ke-9. Melalui sistem ini, mereka memecahkan berbagai persamaan-persamaan yang kompleks, termasuk kuadrat dan persamaan pangkat tiga. Mereka menggunakan simbol-simbol untuk mengembangkan dan menyempurnakan teorema binomial. Jadi Francois Vieta, seorang ahli matematika Prancis, bukanlah yang pertama menggunakan lambang-lambang aljabar pada tahun 1591. Dia menulis persamaan-persamaan aljabar dengan huruf-huruf seperti x dan y, dan mengatakan bahwa penemuannya ini mempunyai dampak serupa dengan kemajuan dari penggunaan angka Romawi ke angka Arab.
Dikatakan bahwa selama abad ke-17 Rene Descartes telah menemukan bahwa aljabar bisa digunakan untuk memecahkan persoalan geometris. Tetapi jauh sebelumnya, yakni sejak abad ke-9, para ahli matematika di masa kekhalifahan Islam sudah melakukan hal yang sama. Pertama adalah Thabit bin Qurrah, kemudian diikuti oleh Abu Al-Wafa pada abad ke-10 dengan membukukan kegunaan Aljabar untuk mengembangkan geometri menjadi eksak dan menyederhanakan sains.
Diinformasikan juga kepada kita bahwa tadinya tidak ada perbaikan sejak dibuatnya ilmu bintang selama Abad Pertengahan mengenai gerakan planet-planet sampai abad ke-13. Lalu seorang bijaksana dari Kastil (Spanyol Tengah) bernama Alphonso menemukan Tabel Alphonsine, yang lebih akurat dibanding tabel milik Ptolemius. Fakta sebenarnya adalah ahli ilmu falak (ilmu bintang) Islam membuat banyak perbaikan-perbaikan atas penemuan Ptolemius sejak abad ke-9. Mereka adalah ahli ilmu falak pertama yang memperdebatkan gagasan-gagasan kuno Ptolemius. Di dalam kritik mereka atas orang-orang Yunani, mereka manyatukan bukti bahwa matahari adalah pusat dari sistem matahari dan bahwa garis orbit bumi dan planet-planet lainnya boleh jadi berbentuk lonjong (elips). Mereka menghasilkan ratusan tabel-tabel astronomikal dengan keakuratan tinggi dan gambar-gambar bintang. Banyak dari kalkulasi mereka sangat akurat sehingga mereka dihormati pada masa itu. Tabel milik Alphonso (Alphonsine Tables) hanyalah sekedar salinan dari pekerjaan ilmu bintang yang dipancarkan ke Eropa melalui Islam di Spanyol.
Disebutkan pula bahwa seorang sarjana Inggris bernama Roger Bacon pada tahun 1268 untuk pertama kali membuat lensa kaca untuk meningkatkan penglihatan. Pada waktu yang hampir bersamaan, kacamata bisa didapat dan telah digunakan di Cina dan Eropa. Tentu saja kacamata sudah muncul sebelum kacamata Roger Bacon selesai pembuatannya, karena Ibnu Firnas dari Spanyol Islam sudah menemukan kacamata pada abad ke-9, dan diproduksi serta dijual di wilayah Spanyol selama lebih dari dua abad. Setiap sebutan kacamata oleh Roger Bacon, maka itu hanyalah sebuah pengaliran kembali pekerjaan Al-Haytham, orang yang memiliki hasil riset yang dijadikan referensi oleh Bacon.
Sarjana-sarjana Islam dari abad ke-9 sampai ke-14 mempelajari dan menemukan ilmu etnografi. Sejumlah ahli geografi Muslim menggolongkan ras-ras, mencatat secara terperinci penjelasan kebiasaan-kebiasaan budaya unik mereka dan penampilan fisiknya. Para ahli Muslim itu menulis ribuan halaman mengenai topik ini. Pekerjaan seorang Jerman bernama Johann F. Blumenbach (1752-1840) yang mengaku sebagai yang pertama menggolong-golongkan ras ke dalam 5 golongan besar (kulit putih, kuning, coklat, merah dan hitam), tidak sebanding dengan pekerjaan-pekerjaan ahli geografi Muslim itu.
by: Ayu.
Kamis, 28 Oktober 2010
Pandangan Islam Mengenai Perkembangan Sains dan Teknologi
Sebagai kaum muslimin, seharusnya kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan senantiasa selalu bersyukur kepada Allah yang telah mengarunia agama Islam sebagai pedoman hidup yang lurus, lengkap dan sempurna sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat tiga yang artinya “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah aku cukupkan kepadamu ni’mat-ku dan telah Aku ridhai Islam menjadi agamamu”. Salah satu keagungan ni’mat yang dikaruniakan allah bagi umat Nabi Muhammad SAW ialah ni’mat ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan sains dan teknologi telah memberikan kemudahan-kemudahan dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia sekaligus merupakan sarana bagi kesempurnaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya, karena Allah telah mengaruniakan anugerah keni’matan kepada manusia yang bersifat saling melengkapi yaitu anugerah agama dan keni’matan sains teknologi. Di zaman sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan munculnnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide. Teknologi sendiri merupakan terapan dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yang lebih canggih dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi. Sesungguhnya dasar-dasar filosofis untuk mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Al-Quran, sebab kitab suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, yaitu firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 80 yang artinya “Telah kami ajarkan kepada Daud membuat bajju besi untuk kamu guna memelihara diri dalam peperanganmu”. Dari arti surat Al-Anbiya ayat 80 tersebut, jelas sekali bahwa manusia dituntut untuk berbuat sesuatu dengan sarana teknologi. Sehingga tidak mengherankan jika pada abad ke-7 M telah banyak lahir pemikir Islam yang tangguh baik dari segi produktif maupun inofatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepeloporan dan keunggulan umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan sudah dimulai pada abad itu. Tetapi sangat disayangkan bahwa kemajuan-kemajuan itu tidak diperhatikan dengan sebaik-baiknya sehingga tanpa sadar umat Islam akhirnya melepaskan kepeloporannya. Kemudian bangsa Barat dengan mudah mengambil dan memanfaatkan ilmu dan teknologi yang dimiliki umat Islam, serta dengan mudah pula mereka berbuat licik yaitu membelenggu para pemikir Islam sehingga sampai saat ini bangsa Barat yang menjadi pelopor dan pengendali ilmu pengetahuan dan teknologi. Para ilmuwan Barat dari abad ke abad telah menuhankan ilmu dan teknologi sebagai kekuatan hidupnya. Sebenarnya orang-orang Barat itu patut dikasihani karena akibat kesombongannya itu mereka lupa bahwa manusia betapapun tinggi kepandaiannya hanya bisa mengetahui kulit luar atau hal-hal yang lahiriah saja dari kehidupan semesta alam. Manusia hanya diberi ilmu pengetahuan yang sedikit dari kemahaluasan ilmu Allah. Sesungguhnya di atas orang pintar ada lagi yang lebih pintar dan sungguh Allah SWT benci kepada orang yang hanya tahu tentang dunia tetapi bodoh tentang kebenaran yang ada di dalamnya. Seperti firman Allah yang artinya “Celakalah bagi orang-orang kafir dengan siksa yang pedih. Mereka lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menghalangi manusia dari jalan Allah serta menginginkan agar jalan itu bengkok. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata”. Kebanyakan manusia di dunia kini hanya mengingat kesenangan hidupnya lupa kepada Tuhannya. Mereka mengira bahwa dunia ini adalah segalanya tak ada kelanjutannya dan tak ada kehidupan kecuali di dunia saja. Sesungguhnya agama Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi baik di szaman lampau, di masa sekarang maupun di waktu yang akan datang.
sumber : http://blog.re.or.id/persepsi-islma-terhadap-perkembangan-sains-dan-teknologi.htm
Rabu, 13 Oktober 2010
Penemuan Ilmuan-ilmuan MUSLIM dalam bidang Teknologi dan Sains
TAHUKAH ANDA...???
Apa saja Penemuan-penemuan Ilmuan - ilmuan muslim dalam BidangTeknologi dan Sains
Penemuan-penemuan sains dan teknologi itu sebagian besar berasal dari masa kejayaan Kekhalifahan Islam, oleh para sarjana Muslim. Kita kemungkinan sedikit sekali yang tahu bahwa sumbangan modernisasi dunia dan barat yang berawal pada masa renaisans serta revolusi industri di Eropa dikarenakan sumbangan peradaban dari kaum muslimin. Hal ini tidak lepas dari penggalian ilmu yang bersumber dari penjiwaan terhadap Al Qur’an yang dilakukan oleh para pendahulu umat muslim ketika itu. Berbeda dengan sekarang dimana umat Islam dianggap sebagai penyumbang kemunduran peradaban dunia, identik dengan kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan sumber daya manusia. ‘Upaya mengingatkan kembali kemajuan ilmu pengetahuan yang pernah dicapai para ilmuwan Muslim, bisa mengurangi pemikiran ekstrimis di kalangan Muslim, mempertajam sikap sosial dan mendorong generasi muda Muslim untuk berkarir di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi’.(dikutip dari Profesor Salim).
Walau demikian ada baiknya sebagai awal pengenalan tokoh ilmuwan muslim yang memberikan sumbangan terhadap peradaban dunia seperti dipaparkan berikut di bawah.
- Salman Al Farisi: pembuat strategi perang kanal, meriam pelontar/tank.
- Miqdad bin Amru: pelopor pembuat pasukan kalveleri/berkuda modern pertama.
- Ibnu Al Muqaffa (wafat thn 757); pengarang kitab Al Hayawan atau kitab tentang Binatang/ Ensiklopedia tentang Hewan.
- Al Farazi (w. thn 790); perintis alat astrolab planisferis yaitu mesin hitung analog pertama, sebagai alat Bantu astronomi menghitung waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan bintang serta benda langit lainnya pada waktu tertentu
- Jabir Ibnu Hayyan (w.thn 813); ahli kimia dengan berbagai eksperimennya, penemu sejumlah perlengkapan alat laboraturium modern, system penyulingan air, identifikasi alkali, asam, garam, mengolah asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut logam dan air raksa (jauh sebelum Mary Mercurie), pembuat campuran komplek untuk cat.
- Ma’mun Ar Rasyid (thn 815, abad 9): pelopor pendiri perpustakaan umum pertama di dunia yang dikenal dengan Darul Hikmah di Baghdad.
- Al Mawsili (w.thn 850); ahli musik klasik dan oleh muridnya musisi ulung Ziryab memperkenalkan ke Spanyol thn 822, pengembangan notasi mensural, konsep gloss atau hiasan melodi, pengembangan rumpun alat musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat musik gesek, musik keroncong dan morisko.
- Al Khwarizmi (w.thn 850); menemukan logaritma (berasal dari nama Al Khwarizmi) dan aljabar (Al Jabr), ilmu bumi dengan menyatakan bumi itu bulat sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah al Ardh.
- Al Khindi (wafat thn 866); ahli/ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
- Al Jahiz (w.thn 869); menulis penelitian tentang ilmu hewan (zoology) pertama kali.
- Al Ibadi (w. thn 873); pengarang buku tentang anatomi mata, otak dan syaraf optik, permasalahan pada mata.
- Al Razi (abad ke8); pengarang kitab Sirr Al Asrar (rahasianya rahasia) tentang penyulingan minyak mentah, pembuatan ekstrak parfum/minyak wangi (sekarang Perancis yang terkenal), ekstrak tanaman untuk keperluan obat, pembuatan sabun, kaca warna-warni, keramik, tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak dan lemak, zat warna, bahan-bahan dari kulit, Mengembangkan penelitian tentang penyakit wanita dan kebidanan, penyakit keturunan, penyakit mata, penyakit campak dan cacar.
- Banu Musa bersaudara (abad ke 9); pengarang buku Al Hiyal (buku alat-alat pintar) yang berisikan 100 macam mesin seperti pengisi tangki air otomatis, kincir air dan system kanal bawah tanah (sekarang yang terkenal Belanda), teknik pengolahan logam, tambang, lampu tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah.
- Tsabit bin Qurrah (w.thn 901); penemu teori tentang getaran/trepidasi.
- Al Battani (w.thn 929); ahli astronom terbesar Islam, mengetahui jarak bumi – matahari, alat ukur gata gravitasi, alat ukur garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian sampai 3 desimal, menerangkan bahwa bumi berputar pada porosnya, mengukur keliling bumi. ( jauh sebelum Galileo), table astronomi, orbit planet-planet.
- Abu Bakar Ar Razi (w.thn 935); membagi zat kimia ke dalam kategori mineral, nabati dan hewani (klasifikasi zat kimia) jauh sebelum Dalton, pembagian fungsi tubuh manusia berdasarkan reaksi kimia komplek.
- Az Zahra (w.thn 939); pembuat alat bedah/pembedahan , teknik dan jenis pengoperasian, pengembangan ilmu kedokteran gigi dan operasi gigi serta peralatan bedah gigi.
- Al Farabi (wafat thn 950); ahli musik dan filsafat Yunani, (salah satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas Aquinas).
- Ikhwan Ash Shafa (983); pembuat serial pertama dan ensiklopedi pertama (bukanlah Marshall Cavendish seperti yang diakui sekarang).
- Al Nadim (wafat thn 990, abad ke 10): pelopor pembuat katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.
- Abu Wafa’ (w.thn 997); mengembangan ilmu Trigonometri dan Geometri bola serta penemu table Sinus dan Tangen, juga penemu variasi dalam gerakan bulan.
- Ibnu Khuradadhbih (abad 9); karya geografi tentang kerajaan-kerajaan dan rute perjalanannya dari negeri-negeri China, Korea dan Jepang.
- Ibnu Fadlan (abad 10); membuat daftar koordinat daerah Volga-Caspian (daerah Rusia) dan sosiologi daerah tersebut.
- Ibnu Sina (wafat thn 1037) dikenal oleh barat dengan nama Aveciena; ilmuwan ensiklopedi, dokter, psikolog, penulis kaidah kedokteran modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, Diabetes dan penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.
- Umar Khayyam (w.thn 1123); memecahkan persamaan pangkat tiga dan empat melalui kerucut-kerucut yang merupakan ilmu aljabar tertinggi dalam matematika modern, penyair.
- Al Ghazali (wafat thn 1111): pelopor pembuat klasifikasi fungsi sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya mengarah timbulnya berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu kalam, ahli tasawuf.
- Ibnu Rusydi (wafat thn 1198) dikenal oleh barat dengan nama Averusy; ahli fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani kuno.
- Fakhruddin Razi (wafat thn 1290); ahli matematika, ahli fisika, tabib/dokter, filosof, penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan modern.
- Ibnu Khaldun (wafat thn 1406); sejarahwan, pendidik ulung, pendiri filsafat sejarah dan sosiologi.
- Ibnu Thufail (wafat thn 1185); dokter, filosof, penulis novel filsafat paling awal Risalah Hayy Ibn Yaqzan kemudian dijiplak habis-habisan oleh Defoe dengan judul barunya Robinson Crusoe
- Ibnu Al Haytsam (w.thn 1039); pelopor di bidang optik dengan kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum Roger Bacon, Leonardo da Vinci, Keppler, dan Newton, penemu hukum pemantulan dan pembiasan cahaya (jauh sebelum Snellius), penemu alat ukur ketinggian bintang kutub, menerangkan pertambahan ukuran bintang-bintang dekat zenit.
- Al Tusi (w.thn 1274); Astronom kawakan dari Damaskus yang melakukan penelitian tentang gerakan planet-planet, membuat model planet (planetarium) jauh sebelum Copernicus.
- Al Majriti (w.thn 1007); membuktikan hukum ketetapan massa (900 tahun sebelum Lavoisier)
- Kamaluddin Ad Damiri (w.thn1450); mengembangkan system taksonomi/ klasifikasi khusus ilmu hewan dan buku tentang kehidupan hewan.
- Abu Bakar Al Baytar (w.thn 1340); pengarang buku tentang kedokteran hewan yang pertama.
- Al Khazini (1121); ahli kontruksi, pengarang buku tentang teknik pengukuran (geodesi) dan kontruksi keseimbangan, kaidah mekanis, hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat pengungkit/tuas, teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton)
- Al Farghani (w.thn 870); pengarang buku tentang pergerakkan benda-benda langit dan ilmu astronomi dan dipakai oleh Dante jauh kemudian.
- Taqiuddin (1565); merintis jam mekanis pertama dan alarmnya yang digerakkan dengan pegas.
- Ibnu Nafis (w.thn 1288); menulis dan menggambarkan tentang sirkulasi peredaran darah dalam tubuh manusia (Harvey 1628 dianggap pertama yang menemukannya).
- Ibnu Batutah (w. 1369); membuat daftar koordinat dan sosiologi wilayah China, Srilangka, India, Byzantium, Rusia Selatan.
- Ibnu Majid (abad 15); pemandu Vasco de Gamma dan menerbitkan buku panduan navigasi bagi pilot dan pelaut.
- Al Mas’udi menerbitkan ensiklopedi geografi yang membahas gempa bumi, formasi geologis, sifat dasar laut mati, evolusi geologi (jauh sebelum Maghelan dan Weber).
- Al Idris (1154); ahli peta bumi, membuat peta bumi dan globe dengan dilengkapi penjelasan penggunaan kompas.
- Yaqut Hawami (w. thn 1229); membuat kamus geografi pertama berdasarkan abjad berisikan nama kota dan tempat yang dikenal dan berisi informasi akurat mengenai ukuran bumi, zona iklim dan sifatnya, geografi matematika dan politik.
- Ibnu Abdus Salam (abad 13); merumuskan pertama kali tentang hak-hak perlindungan binatang atau konservasi hewani.
- Safiuddin (w. thn 1294); memperkenalkan teori musik.
- DR.Abdussalam (abad 20); pengembang teori big bang dan big chrung (teori tentang awal mula dan akhir dari alam semesta).
- DR. BJ Habiebie (abad 20); perancang bangun gerbong kereta api super cepat (dipakai di Jerman), penemu teori tentang keretakan logam pada pesawat terbang.(http://sunartoedris.wordpress.com/2009/05/03/mengenal-ilmuwan-muslim/#more-781)
49. Kincir angin ditemukan pada tahun 634 bagi seorang kalifah Persia dan digunakan untuk memipil jagung dan mengangkat air untuk irigasi.
50. Apotek pertama di dunia berdiri di kota baghdad pada tahun 754 m.
- Abbas Qasim Ibnu Firnas (810 M - 887 M), dia begitu populer sebagai perintis dalam dunia penerbangan.
- Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan itu didapuk sebagai pelatak dasar kimia modern.Atas prestasinya itu, ilmuwan kebanggaan umat Islam turut berkontribusi mengembangkan kaca atau gelas
- Pada tahun 859 seorang putri muda bernama Fatima al-Firhi mendirikan sebuah universitas tingkat pertama di Fez Maroko. Saudara perempuannya Miriam mendirikan masjid indah secara bersamaan menjadi masjid dan universitas al-Qarawiyyin dan terus beroperasi selama 1.200 tahun kemudian.
- Pusat medis pertama adalah rumah sakit ahmad bin tulun, didirikan pada tahun 872 di kairo.
- Abu Sa`d al-`Ala' Ibnu Sahl (940 M - 1000 M). Dia adalah ahli matematika Muslim sekaligus insinyur yang mengkaji studi tentang optik. Dialah ilmuwan yang pertama kali menjelaskan tentang cermin parabola. Atas kontribusinya itu, dunia Islam tercatat sebagai yang pertama menciptakan kaca cermin yang jelas.
- Pembayaran dengan cek, Pada abad ke-9, para pengusaha muslim dapat menguangkan cek mereka di china yang telah disetujui oleh bank mereka di baghdad.
57. Pada tahun 1160 Mata air-mata air Nil yang mengalir melalui danau-danau besar di Khatulistiwa telah ditetapkan dengan seksama oleh Al-Idrisi, sedangkan orang-orang Eropa baru menemukannya pada paruh kedua abad ke-19.
58. Kaca dan cermin digunakan di Spanyol Islam. Orang-orang Venesia belajar tentang seni membuat peralatan berbahan gelas yang bagus dari seniman-seniman pembuat kaca dari Syria selama abad ke-9 dan ke-10. Namun yang diketahui umum cermin dan kaca diproduksi pertama kali tahun 1291 di Venesia.
- Al-jazari (1136 m-1206 m) bapak teknik modern. Begitu insinyur muslim dari abad ke-12 m ini biasa dijuluki. Selain dikenal dunia teknik modern sebagai ‘perintis robot’, al-jazari pun tercatat sebagai sarjana pertama yang men ciptakan komputer analog yang bisa diprogram.
- Ibn ismail ibn al razzaz ai-jazari, merupakan ilmuwan dan insiyur yang berhasil mengembangkan robot pertama di dunia pada abad ke-12.
- Menjelang abad ke-15 kaum muslim telah berhasil menemukan roket, yang mereka sebut "self-moving and combusting egg" [telur mudah terbakar dan dapat bergerak sendiri], dan juga terpedo - sebuah bom berbentuk buah pear yang dapat bergerak sendiri dengan sejenis tombak pada bagian depan yang mengarahkan ke kapal-kapal musuh dan kemudian meledak.
Jika di masa silam Alquran telah berhasil membimbing para ilmuwan Muslim menuju kejayaan, maka seharusnya umat Islam sekarang juga harus bisa seperti mereka. Sudah saatnya ilmuwan Muslim bangkit. Kita sadar bahwa penguasaan sains dan teknologi yang disertai keimanan dan ketakwaan kepada Allah adalah kunci dari kesuksesan dalam menghadapi berbagai tantangan serta ancaman dalam persaingan era globalisasi di masa depan. Dengan adanya pengetahuan ini penyadar bahwa kita sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk menguasai kembali sains dan teknologi, dan tidak hanya menjadi pemakai atau korban teknologi.

