Minggu, 26 Juni 2011

Thufail Al-Ghifari - Metamorfosis

0 komentar
Menjadi karanglah meski itu tidak mudah.
Sebab ia akan menahan sengat sinar mentari yang garang.
Sebab ia akan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah.
Melawan bayu yang keras menghembus.
Dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan.
Sebab keteguhannya akan menahan hempasan badai yang datang mengerus terus menerus.
ia akan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus.
ia akan berdiri tegak berhari – hari, bertahun tahun berabad – abad tanpa rasa jemu dan bosan.

Sabtu, 30 April 2011

Do'a itu Bukan Metode

0 komentar
Apa itu do'a? Bagi kita seorang yang beragama, pasti kita sering melakukan ini. Terlebih seorang Muslim. Yang mendedikasikan hidupnya, hanya untuk berada di atas rel dakwah. Insyaa ALLAH pasti senantiasa menjadikan do'a sebagai salah satu senjatanya disamping tsaqofah untuk melumpuhkan kekufuran.

Hmm! Do'a adalah ibadah. Ketika kita berdo'a, itu artinya kita sedang meminta en berharap kepada Dzat yang kita percaya. Kita begitu dho'if, sehingga kita membutuhkan pertolonganNya. Tapi sayangnya, meski sudah diketahui bersama do'a merupakan sebuah kebutuhan hamba, bukan Rabb, realita menunjukkan masih banyak juga manusia yang enggan berdo'a.

Rabu, 13 April 2011

Bedah Buku Al Qandas Al Qamil

0 komentar
PENGUMUMAN BUAT MAHASISWA FMIPA BANJARBARU

Assalamualaikum wr wb
divroh Himakom akan mengadakan Bedah buku 'Al Qandas Al Qamil' dengan format training dengan tema "Menikmati Kegagalan dan Menyulapnya menjadi keberkahan" bersama dr.Fauzan Mutaqien
yg insyaallah akan di adakan pada :
Hari, tanggal : Sabtu, 16 April 2011
waktu : 09.00-13.30 WITA
tempat : Aula gedung 5 FMIPA Unlam
Fasilitas
VIP (Buku Al Qanda Al Qamil + makan siang + snack + sertifikat
Regular (Makan siang + Snack + sertifikat)

buku trbatas, silakan bagi daftar nama bagi yg mau VIP
CP : Fahriandi (085752595014) atau Ayu (081933772224)

Jumat, 25 Maret 2011

Islam Pilihan Hidup Gue!

0 komentar
Hari gini kalau ngomongin soal remaja gaul pasti nggak jauh dari sosok cewek-cowok yang fashionable alias mereka yang selalu update penampilan sesuai tren; rambut bonding atau ala harajuku, di-highlight warna-warni, baju harus minimal distro atau FO (factory outlet). Parfum dengan segala jenisnya juga nggak ketinggalan dimasukkin ke dalam daftar belanja bulanan. Plus, supaya nggak dinilai mati gaya, handphone kudu yang 3,5G atau minimal yang GPRS connected supaya internet tetap online dan acara chatting jalan terus. Supaya nggak dianggap makhluk purbakala, info musik, film, olahraga, en fashion kudu jadi santapan harian.

Eh, ada yang protes nih kayaknya. Gue nggak segitu-gitunya deh ya. Gaul emang kudu. Remaja gitu loh. Tapi, nggak harus juga kayak gitu. Belajar yang bener en jadi orang pinter itu yang harusnya jadi tujuan! Soal baju sih yang penting enak dipake dan nggak telanjang. HP jadul bekas lengseran bokap atau nyokap? Nggak apa-apa. Yang penting kan masih bisa buat nelpon dan sms-an. Iya, ada juga kok emang remaja yang rajin belajar, hemat, baik hati, en nggak sombong lagi. Swit..swiw…

Life is Choice

0 komentar
Hidup adalah pilihan. Pilihan bagi kita untuk menentukan jalan-jalan kehidupan yang ingin kita lalui. Bisa jadi, pilihan itu benar, bahkan bisa jadi kita tersesat ketika menelusuri jalan-jalan tersebut. Menjadi manusia bertakwa adalah pilihan, begitu pula menjadi manusia maksiat, itu adalah pilihan. Manusia diberikan akal untuk berpikir. Demikian halnya pula manusia diberi motivasi atau kehendak dalam dirinya untuk berusaha. Akal dan kehendak merupakan bekal manusia untuk menentukan jalan kehidupannya.

Manusia dihadapkan pada banyaknya simpangan jalan kehidupan. Setiap keputusannya untuk menentukan jalan mana yang ia pilih, maka ia harus siap menanggung resikonya. Ketika ia telah menapaki suatu jalan, ia harus bertanggung jawab atas pilihannya tersebut. Menjadi manusia berilmu merupakan pilihan, dan ia harus bertanggung jawab serta siap menerima resikonya. Lelah membaca dan belajar merupakan resiko yang harus ia terima. Kemudian ia juga harus bertanggung jawab untuk menyebarkan ilmu yang telah diperolehnya. Menjadi orang bodoh pun sebuah pilihan. Pilihan baginya untuk menjadi orang yang santai, bermalas-malasan, menghindar dari kesulitan, dan lalai atas waktu dan harta. Namun ia harus siap dengan resiko sebagai pekerjaan rendahan, tidak mulia dimata manusia dan Tuhannya, serba kebingungan menghadapi problema, dan mudah diombang-ambing oleh realita.

Agama Islam telah menjelaskan dengan detail tentang jalan yang seharusnya manusia tempuh. Jalan antara kebenaran dan kebathilan dengan jelas diterangkan dalam pedoman Al-Qur’an maupun sunnah. Namun begitu, Islam tidak memaksa orang-orang kafir untuk masuk ke dalam Islam. Mengapa? Karena hidup adalah pilihan, dan setiap orang bertanggung jawab atas setiap pilihannya. Silahkan orang-orang kafir mengikuti jalan hidupnya. Namun mereka tetap akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah Ta’ala kelak atas pilihan hidupnya. Didunia mungkin saja ada abu-abu diantara hitam dan putih. Tapi diakhirat telah terpisah jelas, hanya ada hitam atau putih. Yang ada hanya surga atau neraka. Surga hanya bagi mereka yang mengikuti agama Allah, sedangkan neraka khusus bagi mereka para pembangkang syariat Allah. Orang-orang beriman tentu menentukan jalan pilihannya diatas ketakwaan. Namun dengan resiko yang tentu juga berat dan tanggung jawab yang tidak pula ringan. Ia harus kuat menahan hawa nafsu dan syahwatnya agar tidak terjerumus dalam lubang kemaksiatan. Begitu pula ia harus menuntut ilmu secara mendalam supaya terhalangi syubhat dan kebodohan. Demikian juga ia harus bersabar dalam amal ketaatan. Orang yang menentukan pilihan diatas jalan ketakwaan.

Hidup memang pilihan. Pilihan untuk menjadi apapun. Jalan manapun bebas kita lalui. Namun, kita harus bertanggung jawab atas setiap pilihan yang telah kita tentukan. Dan sanggupkah kita mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah kelak? Silahkan jalani arah hidup yang menjadi pilihan Anda. Namun jangan lupa, siapkan diri Anda untuk mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak, karena disanalah perjalanan akhir hidup kita semua. Dan diakhirat hanya ada dua jalan pilihan, tersenyum di surga atau merana di neraka. Tentukan pilihan Anda. Wallahua’lam.