Rabu, 13 Oktober 2010

Pengetahuan Teknologi berdasarkan Aqidah Akhlak

Akhlaq Itu STANDARNYA AL-QUR'AN


Kalau kita sering berwacana mengenai gurita kapitalisme yang telah mencengkeram begitu erat, maka PR terberat bagi para pewacana adalah bagaimana solusinya? Perkembangan teknologi yang menjadi warna dari modernisasi zaman adalah salah satu bentuk komoditi para kapitalis. Murninya Sains for sains sudah mulai pudar, semua menjadi sasaran untuk bagaimana mendapatkan keuntungan semata. Kekuatan untuk menghadapi ini adalah dengan mengembangkan daya kreasi dan inovasi dalam dunia teknologi khususnya teknologi informasi (arDjahrie, 2009).
Sesungguhnya akhlak itu standarnya adalah Al-Qur’an. Perkembangan pembelajaran dalam proses transfer of knowledge (dibaca:pemindahan pengetahuan) oleh tenaga pendidik kepada para peserta didik terus mengalami perubahan seiring kompleksitas dan tuntutan tujuan pencapaian pembelajaran, untuk itu metode pembelajaran sampai hari ini, meminjam istilah Amin Abdullah on going proses and going formation sehingga masih mencari dan mengevaluasi formula yang pas untuk menciptakan metode pembelajaran yang tepat. Perkembangan kemajuan teknologi dan informasi telah banyak merubah wajah kehidupan manusia tak terkecuali dunia pendidikan, lembaga pendidikan kemudian berupaya mendesain struktur kurikulum, system pendidikan dan metode pembelajaran yang efektif dan efisien untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas (Sudjatmiko, 2003). Perkembangan metode pembelajaran yang terkini sering kali disebut dengan metode pembelajaran PAIKEM singkatan dari pembelajaran aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan (Santosa, 2010).
Berkaitan dengan hal di atas, pertanyaannya adalah bagaimana menerapkan prinsip-prinsip PAIKEM untuk mata pelajaran Aqidah Akhlak? Aqidah akhlak sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada tingkat satuan pendidikan madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah selama ini belum menyentuh atau “meminta bantuan teknologi” secara maksimal untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang materi-materi pelajaran aqidah akhlaq, dengan kata lain guru hanya memanfaatkan buku  bahan ajar yang hanya cukup dijelaskan dengan cara berceramah dengan harapan peserta didik mampu memahami, menghayati dan mengejawantahkan hasil pemahaman dan penghayatan materi bahan ajar (Santosa, 2010).



Sumber:
Santosa, Budi. 2010. Pembelajaran Aqidah Akhlak Berbasis Teknologi.
arDjahrie, Shinta. 2009. Rekayasa Teknologi Informasi Berbasis Masjid.
            http://hminews.com/opini/rekayasa-teknologi-informasi-berbasis-masjid/

0 komentar:

Poskan Komentar